FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
3 Mahasiswa Biologi Juara Best Presentation dan Best Paper Tingkat Nasional Pekan Sains FMIPA UGM

Tiga Mahasiswa Biologi UPI yang tergabung dalam satu tim meraih juara best presentationdan best paper kategori pertanian dalam kompetisi Pekan Sains FMIPA di Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (12/11). Silmi Qurrotu Aini, Siti Rahmadani dan Eka Indah Cahyaning Thyas (Prodi Biologi 2014)  telahmenyusun karya ilmiah yang berjudul “Baimon-nella: Inovasi Bioinsektisida Pascapanen dengan Aplikasi Kairomon untuk Mempertahankan Kualitas Pangan Menuju Indonesia Mandiri Pangan”. Karya tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menjadikan Indonesia berswasembada pangan.

Potensi Produksi Beras Indonesia

Indonesia termasuk ke dalam negara agraris besar. Terbukti dengan data yang dikeluarkan oleh  FAOSTAT pada tahun 2014, bahwa Indonesia merupakan negara terbesar ketiga dalam produksi beras dunia yakni mencapai 70.600.000 ton. Hal ini merupakan potensi besar bagi Indonesia. Namun, 28.000 ton beras per tahunnya busuk di Papua. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kondisi beras seperti cara tanam, masa panen, penyimpanan, dan pendistribusian. Perubahan iklim juga menjadi penentu dalam penanaman dan pemanenan pangan. Faktor yang paling mendaptakan dampak dari hal tersebut adalah serangan hama gudang, terutama pada penyimpanan dalam kurun waktu lebih dari satu bulan.

“Maka insektisida pascapanen alternatif yang murah, aman, dan efektif menjadi salah satu hal penting dalam  menjaga kualitas pangan. Namun, belum ada aplikasi pestisida pascapanen yang berkembang dan secara efektif menjaga kualitas pangan. Sehingga, kami mencoba mencari inovasi untuk mengatasi hal tersebut. Salah satuinovasi yang didapatyaitudengan dua kombinasi dan aplikasi  darikeiromon dan entomopatogen sebagai bioinsektisida pascapanen di gudang penyimpanan. Kairomon akan menarik  serangga keluar karung dan entomopatogen Beauveria bassiana sebagai jamur yang mampu mereaksikan kitin pada eksoskleton serangga hama. Oleh karena itu, semoga karya tulis ini bisa memberikan solusi dalam metode penngolahan hama pascapanen dalam penyimpanan beras dan bahan pangan lainnya agar dapat terbebas dari bakteri pembusuk serta hama perusak lainnya melalui Baimon-nella” Ungkap  Silmi,ketua tim Baimon-nella.

Inovasi dan Inspirasi

Potensi dan keefektifan Baimon-nella sebagai pengendali hama pascapanensedang dianalisa lebih lanjut melalui beberapa desain percobaandan  uji lapangan.Hal tersebutdiharapkan dapat menjadi pendorong dan penunjang bioinsektsida pascapanen dalam penyimpanan untuk menjaga dan mengoptimalisasikan hasil pangan yang ingin dicapai.

Adapun ajang lomba Call for Paper PESTAGAMA (Pekan Sains Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada) merupakan kegiatan tahunan. Pada tahun ini, UPI bersaing di tahap Final dengan universitas ternama lainnya di Indonesia seperti UGM, IPB, UIN, ITS, Unhas, Unair.

“Alhamdulillah kami bisa mewakili UPI di UGM. Harapannya,semoga bisa lebih banyak Mahasiswa Biologi dan FPMIPA yang berpartisipasi di ajangnasional semacam ini dan semoga stakeholder terkait bisa lebih mensupport baik moril juga materil,” tutup Silmi.