FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
FPMIPA UPI Persiapkan Sertifikasi AUN-QA untuk 2015

Pada konteks penjaminan mutu (quality assurance), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI tengah membidik Asean University Network Quality Assurance (AUN-QA) setelah Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan penerapan ISO 9001:2008 yang diperoleh FPMIPA UPI.

Memasuki AUN-QA itulah FPMIPA telah memberangkatkan dua dosennya, yaitu Dr. Wawan Setiawan selaku Pembantu Dekan II FPMIPA UPI dan Dr. Galuh Yuliani bersama tim UPI lainnya untuk mengikuti AUN-QA Training Workshop for Accomplishing Programme Assessment di Bangkok, Thailand, pada Selasa-Jumat (18- 21/3/14).

Wawan Setiawan mengutarakan, tujuan mengikuti workshop AUN-QA yaitu agar mendapatkan informasi lebih dekat tentang penerapan penjaminan mutu model AUN-QA. AUN-QA merupakan model penjaminan mutu yang fokus pada proses penyelenggaraan pendidikan pada level program studi.

Ia menyebutkan 15 kriteria pada model  AUN-QA, yaitu 1) Expected Learning Outcomes; 2) Programme Specification; 3) Programme Structure and Content; 4) Teaching and Learning Strategy; 5) Student Assessment; 6) Academic Staff Quality; 7) Support Staff Quality; 8) Student Quality; 9) Student Advice and Support; 10) Facilities and Infrastructure; 11) Quality Assurance of Teaching/Learning Process;  12) Staff Development Activities; 13) Stakeholders Feedback; 14) Output; dan 15) Stakeholders Satisfaction.

“AUN-QA bukanlah akreditasi, melainkan sertifikat sehingga tidak ada nilai akreditasi namun certified. Sebuah program studi dapat dinyatakan certified atau tidak jika memiliki nilai kriteria rata-rata 4 poin dari maksimum 7,” terang Wawan Setiawan.

Menurut Wawan Setiawan, kunci penerapan model AUN-QA adalah komitmen seluruh komponen pada program studi terutama dosen sebagai pengelola perkuliahan. “Saya cukup optimis FPMIPA UPI dapat menerapkan model AUN-QA berdasarkan kinerja selama ini,” tuturnya.

Ia berpandangan, sistem penjaminan mutu yang diterapkan di FPMIPA dan UPI selama ini cukup memberi bekal untuk menerapkan model AUN-QA. Namun, lanjutnya, untuk menerapkan dan mendapatkan sertifikasi model AUN-QA perlu persiapan yang cukup, terutama dalam  menyiapkan dokumen dan perangkat lainnya sesuai standar yang diminta AUN-QA.

“Untuk itu masa persiapan akan dilakukan dalam satu tahun sejak sekarang yang akan dimotori oleh tim yang handal di setiap program studi, kami berharap pada 2015 beberapa program studi di FPMIPA UPI tersetifikasi AUN-QA,” tandas Wawan Setiawan.(Rdn)