FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Fenomena Perguruan Tinggi sebagai Penyelenggara Pendidikan TIK

Menanggapi diberlakukannya regulasi Permendikbud No. 68 Tahun 2014 ini, Wakil Rektor Bidang Akademik, Penelitian dan Hubungan Internasional UPI, Aminudin Azis, mengatakan permasalahan yang terjadi pada tingkat perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan TIK menjadikan fenomena tersendiri ketika para lulusannya menjadi guru TIK di sekolah.

Hal tersebut dikemukakan dalam Sosialisasi Permen 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK – KKPI dalam Implementasi Kurikulum 2013, yang diselenggarakan oleh Program Studi  Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI bekerjasama dengan Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional (AGTIKKNAS) dalam Rembug Nasional ke II Guru TIK-KKPI, di Gedung Kebudayaan UPI, Sabtu (30/8/14).

“Urusan linearitas pada guru TIK ini sempat muncul ke permukaan gara-gara tidak dicapainya kesepahaman mengenai siapa yang berhak menangani pelajaran TIK di sekolah,” tutur Aminudin Aziz. Ia mengatakan, bahwa UPI sudah berupaya untuk mengambil langkah dalam permasalahan tersebut.

“Mereka yang mempunyai kompetensi dalam bidang tersebut kita usahakan untuk segera menyusun kesepakatan bahwa diantara mereka itu harus pasti siapa yang berhak untuk menangani pelajaran TIK  di sekolah, apakah dari Prodi Teknologi Pendidikan atau dari Pendidikan Ilmu Komputer,” kata Aminudin Aziz.

Menurutnya, jika terjadi guru yang mengalami ketidaklinearan di sekolah maka solusinya ada dalam Permendikbud itu sendiri. “Jika guru  yang berasal dari Jurusan Tekpen itu harus menambah  materi penguasan dalam mata pelajaran ke-TIK-annya, maka itu terjadi penambahan melalui  pendidikan tambahan. Begitu juga sebaliknya bagi Guru Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer yang menguasai materi isi maka terkait materi pembelajarannya kita tambahkan,” paparnya.

Tetapi, lanjut Aminudin Aziz, semua persoalan ini tidak perlu ada tambahan pendidikan, kekurangan tersebut bisa ditambah dengan pendidikan sertifikat yang diakui SKS-nya,” tuturnya.(Rdn)