FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Kesenian Rakyat Hadir dalam Dies Natalis UPI ke-60

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kini menginjakkan usianya yang ke-60, usia yang terbilang tua dan dewasa. Berkaitan dengan hari lahir UPI tersebut, UPI yang melibatkan seluruh dosen dan karyawan melakukan serangkaian kegiatan.  Perayaan diawali dari Parade Budaya yang dilaksanakan seluruh Civitas Akademika dan warga UPI, Jumat (17/10/14).

Tak ketinggalan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI mengikuti serangkaian kegiatan yang disediakan oleh pihak universitas. Para peserta mengenakan berbagai pakaian yang menandakan kecintaan mereka terhadap seni dan budaya Nusantara berjalan kaki dari Gedung Gymnasium menelusuri Jln. Cilimus, Jln. Sersan Bajuri, Komplek Pondok Hijau, Jln. Gegerkalong Girang, SDN Isola, dan kemudian berakhir di Gedung Achmad Sanusi.

Upacara peringatan Dies Natalis dan Lustrum UPI dilaksanakan Senin (20 Oktober 2014) di Gedung Achmad Sanusi. Senin malam, UPI juga menggelar acara resepsi bagi segenap warga UPI di Gedung Achmad Sanusi.  Selain ditandai dengan memotong kue ulang tahun, Rektor UPI juga memberikan penghargaan kepada setiap lembaga yang mengikuti kegiatan dies natalis.

Perayaan Dies Natalis ke–60 dan Lustrum UPI ke–12 UPI dilanjutkan dengan Festival Seni Rakyat dan Pagelaran Wayang Golek, Selasa, 21 Oktober 2014 yang dimulai pukul 08.00 di Lapangan Parkir Utama UPI, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Festival Seni Rakyat ini menampilkan berbagai kesenian dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti kesenian Tanjil dari Sumedang; Sintren dari Indramayu; Badud dari Pangandaran;  Sisingaan dari Subang;  Debus dari Pandeglang;  Terebang dari Bandung; Buta Doar dari Ciamis; Calung Renteng dari Tasikmalaya; Angklung Badeng dari Garut; dan Reog dari Banjar.

Para peserta festival seni rakyat ini diarak yang dimulai dari gedung Kebudayaan hingga ke tempat Lapangan Parkir Utama. Sementara itu, setelah penyelenggaraan festival seni, malam harinya digelar Pagelaran Wayang Golek dengan menghadirkan dalang kondang Apep Hudaya dari Lingkung Seni Giri Komara Bandung.(Rdn)