FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Komarudin Hidayat Hadiri Halal Bi Halal UPI

Tidak sedikit manusia yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya. Maka dari mereka ada yang menyembah uang bahkan menyembah kursi serta jabatan. Padahal, kursi dan jabatan adalah ciptaan manusia sendiri, tapi disembah.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat saat memberikan taushiah pada acara Halal Bi Halal Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), selepas menjalani bulan suci Ramadhan dan Iedul Fitri 1435 H di Balai Pertemuan Umum (BPU) UPI, Jumat (8/8/14).

Komarudin  Hidayat menyampaikan, bahwa salah satu inti dari puasa di Bulan Ramadhan adalah imsak atau menahan diri. “Dengan menahan diri dari berbagai perbuatan tidak terpuji seseorang bisa hidup terhormat. Sebaliknya, tanpa menahan diri dari perbuatan yang buruk, seseorang dapat terperosok dalam kehidupan yang hina,” terangnya.

Ia memberikan contoh, saat seseorang berkuasa, mestinya pejabat menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat menjatuhkan harkat dan martabatnya. “Tidak korupsi, tidak melanggar perintah Tuhan dan peraturan dan perundangan yang barlaku,” jelas Komaruddin.

Ia mengemukakan, bahwa perintah puasa di Bulan Ramadhan berbeda dengan rukun Islam yang kelima lainnya. “Puasa hanya Allah yang tahu dan memerlukan keikhlasan. Hanya dengan ikhlas, puasa dapat dilaksanakan dengan baik,” tuturnya. Sementara itu, lanjutnya, hanya dengan bekerja dengan ikhlas dapat bekerja secara produktif dan memiliki etos kerja yang tangguh.(Rdn)