FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
LBK: Bekerja Bukan Hanya Karena Uang

Karir memiliki banyak makna. Karir dapat dimaknai sebagai pilihan kehidupan, pengabdian, aktualisasi diri, dan sumber kebahagiaan. Memiliki karir berarti telah menentukan kehidupan seseorang karena karir sebagai bentuk perwujudan dirinya. “Bila kita tak punya pekerjaan, pasti akan bingung apa yang harus dilakukan dengan kesehariannya,” jelas Indrawati dari dari Lembaga Bimbingan Karir (LBK) dalam retooling atau pembekalan kepada calon wisudawan lingkungan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, di Auditorium FPMIPA, Selasa (15/4/14).

Ia menyampaikan, bahwa calon wisudawan harus memiliki perencanaan karir karena perencanaan karir merupakan integrasi dalam perencanaan kehidupan secara keseluruhan. “Sebelum kita menentukan karir yang ingin didapat, kita harus membuat perencaan karir terlebih dulu. Misalnya dengan mengenali diri kita terlebih dahulu yakni bakat dan minat kita, mengenali berbagai jenis pekerjaan dalam dunia kerja, dan menentukan tujuan dari karir kita,” terang Indrawati.

Menurut Indrawati, perencanaan karir diartikan sebagai proses yang sengaja diadakan untuk memiliki kesadaran serta konsekuensi suatu pilihan, dan mengembangkan rencana kerja yang dapat membantu dalam menentukan tujuan karir. “Membuat proses perencanaan karir dengan melakukan penilaian diri, menghubungkan pemahaman diri dengan pekerjaan, menyeleraskan tujuan karir dengan tujuan diri, dan membuat rencana karir jangka panjang,” paparnya.
Pekerjaan bagi Indrawati memiliki tiga unsur, yaitu melaksanakan tugas, diakhiri dengan buah kerja, dan dapat dinikmati oleh manusia yang bersangkutan dan masyarakat. “Niatkan kita bekerja bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri, tapi niatkan juga sebagai bentuk pelayanan yang bermanfaat bagi orang yang kita berikan pelayanan,” tuturnya.

Namun, Indrawati juga mengingatkan kepada calon wisudawan agar berhati-hati dalam menentukan tujuan berkarir. “Jika kita bekerja hanya demi uang, maka bisa terjadi penghalalan segala cara, semangat kita dikendalikan oleh uang, saling menyikut, merendahkan harkat dan martabat, pelayanan menjadi tidak memuaskan, dan etos kerja bisa makin rendah,” tegas Indrawati.(Rdn)