FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Madrasah Siap Menyongsong 100 Tahun Indonesia Merdeka

Dekan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI Asep Kadarohman memberikan pandangan terhadap keseriusan madrasah dalam bidang sains dan teknologi . Hal tersebut ia ungkapkan dalam sambutannya pada pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2014 bagi Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA) tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Pertemuan UPI, Senin (26/5/14).

Bagi Asep Kadarohman, madarasah merupakan lembaga yang “One Step Ahead”, paling siap dalam menyongsong 100 Tahun Indonesia Merdeka di tahun 2045 nanti. “Hal ini dikarenakan peningkatan minat pada sains akan berdampak pada perkembangan bangsa di masa depan,” tuturnya.

Sambutan pembukaan KSM 2014 ini disampaikan pula oleh Kabid Pendidikan Madrasah KAnwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dah Saepullah. Adapun kegiatan tersebut dibuka oleh Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Sastra Juanda.

Secara umum KSM merupakan ajang kompetisi bidang sains yang diikuti oleh para siswa tingkat MI, MTs, dan MA se-Jawa Barat. Untuk tingkat MI, KSM diselenggarakan di FPMIPA UPI yang merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Agama dengan FPMIPA UPI, yang diselenggarakan pada26-28 Mei 2014. Peserta KSM tingkat MI tahun 2014 ini berjumlah 156 siswa dari 26 Kabupaten/Kota. Masing-masing Kabupaten/Kota mengirimkan 6 peserta dalam kompetisi tersebut.

Tema yang diangkat dalam KSM MI Jawa Barat 2014 tersebut yaitu “Dengan KSM Kita Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kekuatan Iman, Ilmu, dan Amal secara Seimbang serta Kemampuan Kompetitif, Hidup Kreatif, Berjiwa Inovatif, dan Berkelanjutan”. Bidang yang dilombagakan untuk MI ini meliputi Lomba Baca Tulis dan Hitung (Calistung) untuk Kelas 1, 2 dan 3, Pendidikan Agama Islam, Matematika dan IPA.

Sastra Juanda mengutarakan, bahwa KSM menjadi media yang dapat memotivasi peningkatan kualitas siswa madrasah. “Secara nasional ajang ini akan menjadi program prioritas yang akan dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya. Menurutnya,KSM diharapkan mampu memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai sains dan teknologi, sehingga siswa madrasah tak hanya memiliki dan mengamalkan ajaran agama Islam. “Siswa madrasah juga mampu membangun bangsa melalui bidang sains dan teknologi yang semakin hari semakin tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat,” terang Sastra Juanda.(Rdn)