FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Mahasiswa Kimia UPI Berkesempatan Kuliah di Amerika Serikat

Seorang mahasiswi Pendidikan Kimia FPMIPA UPI angkatan 2010 yang sekaligus juara 1 Mahasiswa Berprestasi UPI tahun 2012, Srie Mulyati, baru-baru ini mendapatkan beasiswa fully funded dari pemerintah Amerika Serikat untuk berkuliah di Amerika Serikat. Program ini berakhir bulan Agustus 2014 lalu, beasiswa akademis prestisius dari Pemerintah Amerika Serikat ini bernama “Study of the United States Institute (SUSI) for Student Leaders on Global Environmental Issues program atau Young South East Leader 2014 (YSEALI 2014)”.

Pengumuman penerimaan bagi para aplikan yang diterima untuk belajar di Amerika tersebut menyatakan, bahwa Srie Mulyati lolos dan menjadi delegasi Indonesia mengalahkan ribuan aplikan lain dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia.

Beasiswa ini merupakan program yang digagas Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang merupakan beasiswa akademik intensif jangka pendek di bidang lingkungan yang tujuannya adalah untuk mencetak kelompok pemimpin mahasiswa sarjana dengan pemahaman yang lebih dalam mengenai Amerika Serikat, keilmuaan, sekaligus meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka.

Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi dari berbagai belahan dunia dengan seleksi yang sangat ketat dan mendalam. Peserta terdiri dari perwakilan terbaik di bidangnya dari berbagai belahan negara di dunia. Perkuliahan berlangsung di tiga negara bagian Amerika serikat, yaitu di East West Center University of Hawaii (UH) di Honolulu Hawaii, di Boulder Colorado tepatnya di University of Colorado Boulder dan terakhir di Washington DC.

Selama program beasiswa ini berlangsung, Srie Mulyati mengikuti kegiatan perkuliahan, kegiatan kepemimpinan, seminar penelitian, projek lingkungan terkait bioteknologi, urban planning, manajemen air, manajemen limbah, green energy bahkan menjadi relawan dalam kegiatan sosial di masyarakat setempat, host family dan kegiatan kebudayaan.

Di akhir program, peserta beasiswa diberikan tugas akhir berupa rancangan proyek lingkungan yang nantinya akan diaplikasikan di negara asal. Proposal proyek yang terbaik nantinya akan dipilih untuk mengikuti kompetisi dan didanai oleh pemerintah Amerika Serikat. Srie Mulyati memilih mengusulkan program tentang edukasi konservasi energi bagi anak muda di Indonesia berkolaborasi dengan rekan-rekannya dari National University of Singapore (NUS), Malaysia, Thailand, dan rekan-rekan Indonesia lain.

Program ini bernama ASEAN Youth Energy Institute 2014 yang akan diselenggarakan Desember 2014 di Surabaya dan puncaknya adalah ASEAN Youth Energy Summit di Singapore Maret 2015 yang akan datang. Pada 16 Oktober 2014, Srie Mulyati menerima penghargaan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan melakukan presentasi di hadapan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.(Rdn)