FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Mahasiswa Perlu Lakukan Penelitian Walau Masih Belajar

Penelitian mungkin masih dikatakan sesuatu yang rumit atau elit bagi sebagian mahasiswa namun pada dasarnya penelitian memiliki pernanan yang sangat penting baik dalam pengembangan keilmuan peneliti, kebermanfaatan bagi masyarakat juga peningkatan kualitas mahasiswa dan universitas. Masih minimnya publikasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen di UPI menjadikan beberapa peranan tadi tidak terpenuhi. Berdasarkan infografis yang dimuat di isolapos.com (Infografis Penelitian UPI Tiga Tahun Terakhir) memperlihatkan bahwa publikasi ilmiah masih sangat minim yang dilakukan oleh dosen UPI. Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Masih belum ada data yang diperoleh sampai saat ini, melalui tulisan ini penulis ingin menyampaikan pandangan pribadi terkait penelitian dikalangan mahasiswa.

Aan Agustan
(Mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer 2012; Kontributor Humas UPI;

Ketua Outstanding Student Community)

Pada hakikatnya penelitian yang dilakukan pada jenjang sarjana masih merupakan pembelajaran walaupun pada penulisan skripsi sekalipun, karena memang persyaratan akademik untuk melanjutkan studi ke jenjang master dan doktor haruslah melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Mungkin pembaca bisa mengamati skripsi yang ditulis oleh para alumni UPI banyak sekali macam penelitian yang dilakukan. Terkait dengan kualitas penelitian pada skripsi bergantung pada mahasiswa yang menjalaninya, serius atau hanya sekedar melengkapi persyaratan kelulusan saja. Ada mata kuliah yang berkaitan dengan penelitian yaitu Penelitian Pendidikan dan Metode Penelitian namun mata kuliah tersebut tidak akan cukup jika harus mempelajari bagaimana meneliti sehingga diperlukan media untuk mempelajari dan meningkatkan kemampuan meneliti.

Tidak banyak mahasiswa yang melakukan penelitian bisa disebabkan karena kurangnya informasi atau bahkan kurangnya kesadaran padahal kalau kita perhatikan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang dulu dibawah oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan namun sekarang dibawah naungan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sudah menyediakan media berupa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan setiap tahunnya sehingga mahasiswa tidak perlu risau lagi terkait dengan dana namun partisipasi dalam PKM ini masih sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa UPI yang seharusnya bisa menyumbangkan lebih dari 1000 proposal.

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer melakukan inisiasi dalam kontek meningkatkan kuantitas dan kualitas mata kuliah Metode Penelitian sehingga mahasiswa yang mengontrak metlit diharuskan untuk mengikuti responsi atau jam tambahan diluar perkuliahan yang mempelajari mengenai penulisan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Konferensi dan Publikasi serta penulisan paper. Penulis sendiri menjadi asisten dosen pada mata kuliah tersebut sehingga mengajak seluruh mahasiswa untuk membuat PKM GT yang telah selesai diupload oleh seluruhnya dengan  harapan memberikan manfaat kepada mahasiswa itu sendiri dan universitas.

Dengan adanya momen pemilihan rektor kali ini penulis berharap kepada calon rektor untuk memperhatikan penelitian dikalangan dosen dan juga mahasiswa sehingga bisa memberikan kontribusi nyata sebagai tanggung jawab keilmuan yang juga terdapat pada Tri Dharma perguruan tinggi. Berkaca pada perkembangan Nanyang Technological University (NTU) yang dulu memaksa Asisten Profesor dan Profesor untuk meneliti menghasilkan paper dijurnal terkenal sehingga bisa mengangkat nama universitasnya seperti sekarang ini.