FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Nasionalisme Bagian dari Kesadaran Profesional bagi Pendidik

Pada saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami alih kepemimpinan dan sekaligus alih generasi. Alih generasi adalah sebuah proses alamiah dalam sebuah komunitas atau bangsa. Namun proses alih generasi bukan pula proses instan yang terjadi dengan sendirinya, melainkan sebuah proses yang harus dipersiapkan dan dikawal secara baik dan tepat. Jika tidak, eksistensi dan sustainability bangsa itu akan terancam.

Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata dalam acara wisuda UPI Gelombang II yang diselenggarakan di Gedung Gymnasium, Rabu (20/8/14). “Para wisudawan yang diwisuda pada hari ini merupakan bagian dari generasi bangsa yang sedang dan akan turut ambil bagian di dalam proses alih generasi bangsa Indonesia,” tutur Sunaryo Kartadinata.

Rektor UPI ini memaparkan, bahwa proses alih generasi merupakan bahagian dari tanggung jawab pendididikan karena pendidikan harus berorientasi mempersiapkan manusia masa depan dari komunitas atau bangsanya. Namun, lanjutnya, pertanyaan yang muncul adalah apakah pendidikan masih memiliki tanggung jawab untuk membangun nasionalisme dan jati diri bangsa yang kokoh. “Sebuah tantangan yang akan mengandung implikasi mendasar bagi orientasi filosofis dan praksis pendidikan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, ia menekankan arti penting dari wisuda. “Sukses Anda sebagai wisudawan bukan hanya ditandai oleh raihan gelar akademik. Sukses Anda pun tidak menandai berakhirnya proses belajar. Sukses Anda hari ini adalah awal tantangan baru, penanda akan dimulainya pengabdian yang panjang, berkiprah bersama anggota masyarakat lainnya, sebagai pencerah yang memberi pengertian dan teladan, dan sebagai pemeran dalam menghantarkan generasi penerus bangsa,” papar Surnayo Kartadinata.

Menurut Sunaryo Kartadinata, implikasi mendasar bagi para lulusan dan alumni UPI yang berjiwa pendidik dan pendidikan, adalah dimilkinya kesadaran kuat terhadap nasionalisme sebagai bagian dari kesadaran professional sebagai seorang Pendidik/Guru.

Ia menerangkan, bahwa terdapat satu tanggung jawab professional guru untuk membawa generasi penerus (peserta didik) untuk mewarisi nilai-nilai moral, kebangsaan, demokrasi dan kedamaian dengan dan di dalam lingkungannya. “Inilah keunikan tanggung jawab lulusan UPI yang membedakannya dari lulusan universitas lain yang tidak bergerak dalam dunia pendidikan,” tegas Surnaryo Kartadinata.(Rdn)