FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Pendidikan Terasa Hampa Bila Birokrasinya Tak Sejalan dengan Esensi Pendidikan

Pendidikan bukanlah proses produksi barang, bukan pula proses pemerintahan yang dikelola dengan cara-cara birokratik. Bahkan bukan pula sebuah proses drill dan latihan. Para birokrat pendidikan bertanggung jawab mengelola pengembangan manusia yang memiliki potensi dahsyat dan harus dikembangkan dalam bingkai jati diri bangsa.

“Pendidikanlah yang mengarahkan dan memperkuat sifat alami manusia menjadi kekuatan yang produktif dan bermanfaat terhadap kemanusiaan,” tutur Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata pada acara Wisuda Gelombang I 2014 di Gymnasium UPI, Rabu (16/4/14).

Ada 2.124 orang yang diwisuda pada gelombang pertama tahun 2014 ini. 177 diantaranya adalah wisudawan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA). 19 wisudawan FPMIPA meraih predikat cum laude dengan IPK tertinggi 3,90 yang diraih oleh Prisla Kamil dari Prodi Pendidikan Kimia.

Adapun yang mengikuti wisuda terdiri dari 14 orang dari Pendidikan Matematika, 43 orang dari Pendidikan Fisika, 68 orang dari Pendidikan Kimia, 29 orang dari Pendidikan Biologi, 21 orang dari Ilmu Komputer, dan 2 orang dari International Program on Science Education (IPSE).

Menurut Sunaryo Kartadinata, kurikulum yang diterima guru tidak mungkin berhasil dengan baik tanpa didukung oleh pemahaman para birokrat pendidikan secara baik dan benar. “Pemahaman dan pelatihan para birokrat pendidikan di pusat maupun daerah merupakan suatu keniscayaan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Bila tidak, lanjutnya, intervensi birokrasi yang tidak sejalan dengan esensi nilai pendidikan akan kembali membuat pendidikan menjadi hampa dari proses pembentukan jati diri bangsa. “Kehampaan pendidikan terjadi karena proses pembelajaran jauh dari nilai kesejarahan bangsa, wawasan geografis dan kultural, serta nilai perekat kutural yang diperlukan untuk membangun nilai kekuatan kolektif,” tegas Sunaryo Kartadinata.(Rdn)