FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Permendikbud No 68 Tahun 2014 masih Menyisakan Persoalan

Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) yang belum memiliki kualifikasi pendidik TIK diberi kesempatan untuk melaksanakan tugas  sebagai guru TIK sampai 31 Desember 2016. Hal ini tentu akan memunculkan persoalan lain. Pertama akan terjadinya kehilangan jumlah guru TIK pasca 31 Desember 2016. Kedua, seperti apa kualifikasi yang mungkin bisa diberi treatment dalam kurun waktu yang tersisa.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Pelaksana Rembug Nasional ke II Guru TIK-KKPI sekaligus juga sebagai salah seorang dosen Ilmu Komputer UPI Wawan Setiawan dalam Sosialisasi Permen 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK – KKPI dalam Implementasi Kurikulum 2013, yang diselenggarakan oleh Program Studi  Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI bekerjasama dengan Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional (AGTIKKNAS) dalam Rembug Nasional ke II Guru TIK-KKPI, di Gedung Kebudayaan UPI, Sabtu (30/8/14).

“Diskusi ini akan diarahkan pada pemahaman yang utuh kepada para guru TIK mengenai peran guru TIK yang tercantum dalam Permendikbud No 68 tahun 2014 yang sudah jelas peran dan fungsinya, namun masih menyisakan persoalan,” ujar  Wawan.

Menurut Wawan Setiawan, persoalan tersebut dipandang sebagai kinerja hanyalah pada saat pelayanan siswa. “Sementara pelayanan untuk guru  atau perangkat pendidikan belum diakomodir sebagai kinerja guru yang memiliki bobot  yang signifikan,”ujarnya.

Dengan munculnya persoalan itu, lanjutnya, diharapkan ada pengakuan atau treatment lain yang menjadikan guru TIK itu masuk ke dalam kualifikasi atau kompetensi yang mumpuni untuk melaksanakan tugas guru TIK sehubungan dengan Kurikulum 2013.

Wawan Setiawan berharap, rembug ini menghasilkan kejelasan secara teknis untuk bab dan pasal yang masih dipahami belum utuh oleh para guru. “Kemudian ada arahan ataupun tindak lanjut yang lebih rinci dari Permendikbud ini agar para guru TIK saat ini sudah jelas arah kedepannya,” tandas Wawan Setiawan.(Rdn)