FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Prof. Asep Kadarohman: Minyak Atsiri Tingkatkan Daya Ingat

Para orangtua seringkali mengusapkan minyak kayu putih pada tubuh anaknya sebelum berangkat sekolah. Selain untuk menghangatkan tubuh, para orangtua tersebut berharap anak-anaknya ceria dan senang selama belajar di sekolah. “Harapan tersebut tampaknya tidak berlebihan karena berdasarkan hasil riset, minyak kayu putih dapat meningkatkan daya ingat,” terang seorang dosen FPMIPA UPI Prof. Dr. Asep Kadarohman dalam pidato pengukuhan guru besarnya di Gedung Balai Pertemuan UPI, Kamis (10/4/14).

Minyak kayu putih merupakan bagian dari jenis minyak atsiri. Dalam pidatonya, Asep Kadarohman mengatakan bahwa senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri dapat digunakan untuk meningkatkan daya ingat. “Kita patut bersyukur karena Allah SWT telah menjadikan Indonesia sebagai negara yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Indonesia sejak dulu telah terkenal sebagai produsen dan pengekspor minyak atsiri di dunia dengan tujuan berbagai negara di Asia dan Eropa termasuk Amerika,” tuturnya.

Asep Kadarohman menuturkan, meskipun Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor minyak atsiri, tapi dikenal juga sebagai negara pengimpor senyawa hasil pemisahan dan turunan minyak atsiri. “Harga dari senyawa hasil pemisahan dan turunan minyak atsiri itu jauh lebih mahal dari pada minyak atsiri itu sendiri,” terang Asep Kadarohman.

Menurutnya, biaya yang diperlukan untuk membeli senyawa tersebut lebih besar dari dana yang diperoleh hasil penjualan minyak atsiri. Hanya saja, kata Asep Kadarohman, rasio impor senyawa tersebut lebih tinggi dibandingkan rasio ekspor minyak atsiri.

“Upaya meningkatkan kemampuan untuk membuat produk hilir minyak atsiri merupakan upaya penting yang perlu dilakukan dalam memberi makna dan manfaat minyak atsiri,” tegasnya. Maka dari itu, lanjutnya, perlu didorong pengembangan riset minyak atsiri yang berbasis pada produk. “Mesti ada perubahan paradigma riset berbasis kajian pustaka kepada pemenuhan kebutuhan produk yang akan dibuat,” papar Asep Kadarohman.

Perjalanan riset dan kajian terhadap minyak atsiri yang dilakukan Asep Kadarohman sejak 2011 mengantarkan dirinya untuk melakukan riset dan kajian mendalam pada parfum yang tidak hanya memberikan efek manfaat rasa nyaman dan bahagia, tapi bermanfaat bagi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. “Parfum merupakan contoh produk hilir dari minyak atsiri. Beberapa parfum yang sedang dikembangkan diantaranya Smart untu meningkatkan daya ingat, Friendly untuk mengurangi bau badan, dan Full untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi rasa lapar,” papar Asep Kadarohman.(Rdn)