FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Program PPM FPMIPA UPI 2017

Rabu , 20 September 2017. Bertempat di  Aula Bina Siswa SMA Plus Cisarua Kabupaten Bandung Barat diselenggarakan “Workshop Karya Tulis Ilmiah dan Inovasi Pembelajaran MIPA”.  Kegiatan ini merupakan program kerjasama antara FPMIPA UPI dengan PGRI Cabang Cisarua (BISA). Tujuan dari program ini selain sebagai bagian dari Tri Dhama Perguruan Tinggi juga meningkatan kemampuan guru dalam menulis Karya Tulis Ilmiah dan menciptakan Inovasi Pembelajaran.

Pemateri- Pemateri yang terlibat merupakan para ahli dan dosen di Lingkungan FPMIPA UPI.  Prof. Dr. Ari Widodo dan Dr. Dadi Rusdiana menyampaikan tentang Karya Tulis Ilmiah, Dr. Siti Fatimah dan Prof. Dr. Wawan Setiawan menyampaikan tentang E-Learning dan tantangannya, serta diakhir Dr. Nahadi dan Dr. Parsaoran mengupas mengenai Inovasi pembelajaran.

Kegiatan kali ini  seperti biasa didahului dengan pembukaan yang diisi oleh sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PGRI Kecamatan Cisarua. Beliau menyampaikan bahwa PGRI senantiasa meningkatkan kerjasama tidak hanya dengan UPI melainkan dengan universitas lain untuk meningkatkan kompetensi para guru. Selain itu kerjasama tidak hanya dalam bentuk workshop saja melainkan bentuk lain yang diperluas. Kesempatan sambutan kedua dan pembukaan secara resmi diberikan kepada Kepala UPT Pendidikan Cisarua. Beliau berpesan agar para guru senantiasa meningkatkan kapasitasnya dalam melayani para siswa. Hal ini didasarkan pada tugas guru selain sebagai abdi Negara tetapi juga abdi masyarakat.

Setelah acara pembukaan selesai dilakukan maka acara berikutnya adalah pematerian. Resume dari kegiatan tersebut dapat dibaca berikut ini:

Karya Tulis Ilmiah (Prof. Dr. Ari Widodo dan Dr. Dadi Rusdiana)

Memulai presentasinya , Prof. Dr. Ari Widodo menjelaskan mengenai pengertian dan bentuk-bentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI).  Bentuk-bentuk KTI mencakup Chapter Book Report, Laporan Penelitian, Artikel Publikasi, dan Skripsi/Tesis/Desertasi.

Chapter Book Reporttidak akan dijelaskan oleh pembicara dikarenakan audiens adalah para guru. Para guru jarang sekali mendapatkan tugas atau bahka kesempatan untuk membuat KTI jenis ini.

Artikel Publikasi ini mempunyai ciri format yang mengikuti ketentuan yang ditentukan penyelenggara atau jurnal yang dimaksud. Pada umumnya berupa hasil penelitian serta sangat singkat /intisari laporan penelitian. Di Indonesia artikel/jurnal ini biasa disyaratkan untuk kenaikan pangkat/golongan. Nilai/bobot artikel jurnal berbeda-beda, tergantung dari reputasi jurnal (Penerbit dan Akreditasinya) serta cakupan (Nasional, Regional, Internasional). Kunci utama dari penelusian jurnal ini adalah penulis harus melakukan penelitian.

Satu masalah utama dalam menulis artikel/jurnal adalah mengenai pertanyaan tentang apa yang harus diteliti.  Untuk mengatasi masalah tersebut pembicara mengajak dan berdialog dengan audiens untuk menggali permasalahan-permasalahan yang mereka temui dalam pembelajaran di kelas sehari-hari.

E-Learning(Dr. Siti Fatimah dan Prof. Dr. Wawan Setiawan)

Pemberdayaan generasi masa kini dapat dibantu dengan Teknologi dan Informasi. Hal tersebut sangat dipahami betul oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Beliau memnafaatkan teknologi untuk mengedukasi dan mendekatkan diri dengan masyarakatnya. Begitu kira-kira pembukaan yang diberikan oleh pemateri Dr. Siti Fatimah dalam penyampaian materi topic E-Learning.

Melanjutkan pemateri pertama Prof. Dr. Wawan menjelaskan mengenai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dalam era digital saat ini. Statistik menunjukkan pengguna terbesar internet di Indonesia sebesar 29,2% berumur 35-44 tahun.

Dalam hal pendidikan tantangan terbesar yang di hadapi guru adalah berbedanya ultur generasi dimana guru ada di masa Digital Immigrant sedangkan para murid merupakan Digital Native. Hal tersebut mengharuskan para guru bekerja keras memahami keadaan siswa. Guru diharapkan memiliki 6 peran pengunaan ICT dalam Pendidikan. Keenam peran itu memiliki:

-          ICT sebagai Ketermpilan dan Kompetensi

-          ICT sebagai Infrastruktur Pembelajaran

-          ICT sebagi Sumber Belajar

-          ICTsebagai Perangkat Fasilitas Pembelajaran

-          ICT sebagai Pendorong Manajemen Belajar

-          ICT sebagai Sistem Pendukung Keputusan

Inovasi Pembelajaran (Dr. Parsaoran Siahaan dan Dr. Nahadi)

Kurikulum senantiasa berubah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun berbeda halnya dengan pendidik/guru yang tidak akan tergantikan. Dr. Nahadi membuka pokok materi yang akan dipaparkan oleh Dr. Parsaoran Siahaan.

Dr. Parsaoran Siahaan membuka sesi pematerian dengan meminta beberapa orang guru untuk menjelaskan tahap demi tahap kebisaan mereka mengajar didalam kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk mempolakan kebiasaan para guru dalam mengajar. Dari pola tersebut didapat bahwa hampir setiap guru mempunyai pola yang sama. Inti dari pematerian inovasi ini adalah guru tidak hanya melakukan kebiasaan yang sama dalam pembelajaran tetapi juga mencoba alternative dan pola lainnya dalam pembelajaran.

Dokumentasi photo selengkapnya bisa dilihat di https://www.facebook.com/fpmipa.upi.1/media_set?set=a.873490022810152.1073741850.100004474867372&type=3