FPMIPA >> Berita >> Detail Berita
Wisudawan Dituntut Berkemampuan Mengikuti Dinamika Perubahan

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan universitas pembina bagi universitas yang lain. Banyak universitas di negeri ini yang lahir dan dibesarkan oleh UPI pada masa-masa perkembangannya. Setelah universitas-universitas itu berkembang, tenaga pendidiknya juga banyak yang dibesarkan di UPI, yang kemudian kembali menyebarkan kemampuan dan pengalaman yang telah ditimbanya selama mengikuti pendidikan di UPI.

“Tak heran, jika UPI dipandang sebagai universitas pembina yang telah membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air,”. papar Yaya S. Kusumah saat menyampaikan pidato sambutan pimpinan Majelis Wali Amanah (MWA) pada acara wisuda gelombang II di Gedung Gymnasium UPI, Rabu (20/8/14).

Ia mengatakan, bahwa UPI saat ini merupakan perubahan dari berbagai status mulai dari pertama kali berdirinnya tahun 1954. “Semua perubahan ini dimaksudkan untuk mengembangkan UPI dalam menghadapi persaingan global di masa-masa yang akan datang,” tuturnya.

Melalui Rencana Jangka Panjang UPI, lanjut Yaya S. Kusumah, mulai lepas landas di tahun 2015 sebagai time of departure dan berakhir di tahun 2040 sebagai time of arrival. “UPI mulai menengok jauh ke masa depan, memimpikan posisi, kemampuan, dan jati diri yang sudah dirumuskan, dalam mewujudkan cita-cita pendiri UPI jauh sebelumnya,” terangnya.

Ia melanjutkan, di pertengahan tahun 2014 UPI dituntut untuk bekerja lebih optimal lagi. Munculnya Kurikulum 2013 di level sekolah dan munculnya berbagai issue dalam konteks pendidikan, menuntut dihadirkannya orientasi dan fokus pembelajaran yang lebih inovatif dan inspiratif. “Dengan kepekaan terhadap perubahan ini, diharapkan para mahasiswa dan lulusan memiliki kemampuan mengikuti dinamika perubahan dan mampu beradaptasi dengan lingkungan, di tengah-tengah dunia yang senantiasa berubah dan penuh dengan ketidakpastian,” papar Yaya S. Kusumah.

Menurutnya, di tengah-tengah gegap gempitanya Kurikulum 2013 ini, para lulusan yang telah mengikuti wisuda kembali ke tengah-tengah masyarakat. “Pemahaman terhadap kurikulum baru ini adalah tantangan Anda dalam menghadapi tuntutan kerja di ambang mata,” kata Yaya S. Kusumah kepada para wisudawan. 

Ia juga mengajak kepada semua wisudawan untuk menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal untuk menetapkan sasaran program setelah menikmati saat-saat kebahagiaan. “Segera tetapkan target apa yang ingin Anda capai dalam 1 tahun, 5 tahun dan 10 tahun ke depan. Berikutnya tetapkan langkah apa yang diperlukan untuk mencapai target itu. Apakah target itu sudah jelas, realistik, spesifik, dan terukur?” ujar Yaya S. Kusumah.(Rdn)