Profil >> Struktur


Departemen Pendidikan Matematika

Departemen Pendidikan Matematika pertama kali dibentuk pada tahun 1963 dengan nama Departemen Ilmu Pasti yang bernaung di Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE). Pada Tahun 1972 Departemen Ilmu Pasti berubah menjadi Departemen Pendidikan Matematika. Seiring dengan winder mandate yang diemban UPI,pada tahun 1998 Departemen Pendidikan Matematika membuka program studi baru yaitu Program studi Matematika,sehingga sampai saat ini Departemen Pendidikan Matematika menaungi dua buah Program Studi, yaitu Program Studi Pendidikan Matematika dengan lulusan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Program Studi Matematika dengan lulusan bergelar Sarjana Sains (S.Si.).

Departemen Pendidikan Fisika

Dengan latar belakang sejarah pertumbuhan bangsa, yang menyadari bahwa upaya mendidik dan mencerdaskan bangsa merupakan bagian penting dalam mengisi kemerdekaan, maka pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 1954 PTPG didirikan. Hal ini sebagai realisasi Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 357 tanggal 2 September 1954 tentang pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru.Pada awalnya PTPG dipimpin oleh seorang Dekan, yang membawahi beberapa Departemen, salah satunya Departemen Pasti Alam. Tahun 1958 PTPG diintegrasikan menjadi salah satu fakultas Universitas Padjadjaran, dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tahun 1963 FKIP menjadi IKIP Bandung sebagai satu-satunya lembaga pendidikan guru tingkat universitas. Saat itu Departemen kita merupakan salah satu Departemen di Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dengan nama Departemen Ilmu Alam. Dan pada tahun 1972 terjadi perubahan nama menjadi Departemen Pendidikan Fisika. Seiring dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang memberikan perluasan mandat bagi LPTK, Oktober 1998 IKIP Bandung berubah nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia. Dan mulai saat itu Departemen Pendidikan Fisika membawahi dua program studi, Program Studi Pendidikan Fisika dengan lulusan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Program Studi Fisika dengan lulusan bergelar Sarjana Sains (S.Si.).

Departemen Pendidikan Biologi

Sejarah perkembangan berdirinya Departemen Pendidikan Biologi tidak terlepas dari sejarah perkembangan Universitas Pendidikan Indonesia yang dimulai sejak zaman Perguruan Tinggi Penddikan Guru(PTPG) yang berdiri secara resmi pada tanggal 20 Oktober 1954 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan tanggal 1 September 1954 No. 38742/Kab. Sejak tahun 1958 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan tanggal 25 November 1958 PTPG berubah status menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan bergabung dengan UNPAD. Perubahan ini disebabkan karena semakin meningkatnya kegiatan bidang akademik, personil, dan fisik material. Departemen Pendidikan Biologi memiliki dua Program Studi yaitu Program Studi Pendidikan Biologi dan Biologi. program studi Pendidikan Biologi bertanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan sebagai guru Biologi (S.Pd.), sedangkan Prodi Biologi bertanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan sebagai peneliti Biologi (S.Si.).

Departemen Pendidikan Kimia

Cikal bakal Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA IKIP Bandung adalah Departemen Ilmu Pasti Alam Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang lahir pada tahun 1954. Sehubungan dengan penggantian status PTPG menjadi fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Padjadjaran (UNPAD), selama enam tahun sejak tahun 1957, Departemen ini menjadi bagian dari UNPAD. Pada tahun 1963 FKIP UNPAD berubah status menjadi IKIP Bandung sesuai dengan keputusan Presiden No. 1 Tahun 1963. Sejak itu Departemen pendidikan kimia menjadi salah satu Departemen di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Eksakta (FKIE) IKIP Bandung, pada waktu itu bernama Departemen Ilmu Kimia. Seiring dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang memberikan perluasan mandat bagi LPTK, Oktober 1998 IKIP Bandung berubah nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia. Dan mulai saat itu Departemen Pendidikan Kimia membawahi dua program studi, Program Studi Pendidikan Kimia dengan lulusan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Program Studi Kimia dengan lulusan bergelar Sarjana Sains (S.Si.).

Departemen Pendidikan Ilmu Komputer

Departemen Pendidikan Ilmu Komputer di Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tahun 2005 dan terdiri atas dua program studi (prodi): Prodi Ilmu Komputer dan Prodi Pendidikan Ilmu Komputer. Prodi Ilmu Komputer menghasilkan Sarjana Komputer (S.Kom). Sedangkan Prodi Pendidikan Ilmu Komputer menghasilkan Sarjana Pendidikan (S.Pd) dengan akta IV Pendidikan Ilmu Komputer untuk mengajar mata pelajaran TIK di SMP, SMA dan SMK.Lulusan Prodi Ilmu Komputer diharapkan menjadi sarjana komputer yang memiliki kemampuan yang kuat dalam inovasi, analisis, perancangan dan implementasi sistem IT. Sedangkan lulusan Pendidikan Ilmu Komputer diharapkan menjadi guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kompeten yang memiliki kemampuan di bidang teknologi dan ilmu komputer sekaligus menguasai pedagogi dan teknik mengajar. Ini sejalan dengan visi utama unit akademik UPI yaitu mampu menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif serta mampu berkembang secara berkelanjutan.

Pendidikan IPA/PSE

Pada tahun 2007/2008 terdapat 200 SMA, 200 SMP, 112 SMK, dan 38 SD telah mendapat block grantprogram RSBI dari DEPDIKNAS. Program serupa juga dilakukan untuk sekolah-sekolah (madrasah) di bawah Departemen Agama. Disamping itu, sekitar 50 sekolah internasional telah berdiri dan berkembang di Jawa Barat. Sekolah internasional ini umumnya berafiliasi baik pada lembaga internasional seperti Cambridge atau Global Assesment Certificate. Apabila amanat undang-undang tentang perlunya sekolah bertaraf internasional di Indonesia benar-benar dilaksanakan dengan perhitungan jumlah kabupaten/kota saat ini 440 (Depdagri, 2008) dan setiap kota/kabupaten memiliki 2 SMP bertaraf internasional dan setiap SMP memerlukan 2 guru sains maka diperlukan setidaknya 1760 guru sains dengan kemampuan yang bertaraf internasional. Jumlah ini belum memperhitungkan sekolah dilingkungan Departemen Agama, sekolah swasta, dan sekolah dasar. Dengan ilustrasi ini jelas kebutuhan akan guru-guru sains yang berkualitas internasional sangat besar. Tidak seperti penyiapan guru sains yang biasa yang bisa dilakukan oleh LPTK yang telah ada, penyiapan guru sains untuk SBI memerlukan kualitas yang lebih tinggi dalam hal tenaga dosen, sarana dan prasarana, maupun program. Dengan standar seperti ini tidak banyak LPTK yang mampu melaksanakan. Oleh karena itu program baru ini harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan guru SBI seluruh Indonesia, dan bukan hanya di Jawa Barat. Oleh karena itu pembukaan program internasional untuk guru sains oleh FPMIPA UPI merupakan langkah penyuksesan amanat undang-undang. IPSE dikembangkan atas adanya kebutuhan akan sumberdaya dengan kompetensi unggul. Kebutuhan ini akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan zaman. Situasi ini akan menjamin keterpakaian lulusan, keberlangsungan program, dan ketersediaan calon mahasiswa. Sumber dana yang akan dimanfaatkan untuk program ini adalah dana mahasiswa seperti SPP, DPL, dan praktikum. Selain itu, program ini akan berupaya memanfaatkan sumber-sumber dana hibah baik nasional maupun internasional.