Pembukaan Bina Talenta Indonesia 2026 Gandeng UPI, Fokus Cetak Inovator Muda
BANDUNG — Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 resmi dibuka pada Kamis (2/7) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menggandeng UPI sebagai mitra strategis, program berskala nasional ini diharapkan menjadi wadah pembinaan talenta muda Indonesia dalam mengembangkan inovasi berbasis sains, teknologi, dan kecerdasan buatan untuk menjawab berbagai tantangan masa depan.
Acara pembukaan dihadiri oleh peserta yang berasal dari 20 provinsi di Indonesia. Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui sinergi antara dunia pendidikan dan pengembangan talenta nasional.
Kegiatan pembukaan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI. Turut hadir Dekan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si.; para Wakil Dekan FPMIPA UPI; Ketua Pusat Unggulan STEM Education Creativity (STEM-EC) UPI, Irma Rahma Suwarma, Ph.D.; serta para dosen narasumber.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada UPI sebagai mitra penyelenggara BTI 2026.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. UPI berkomitmen menyediakan ekosistem pembelajaran terbaik melalui dukungan mentor, fasilitas, dan ruang-ruang inovasi. Harapannya, para peserta dapat berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Pada tahun ini, BTI 2026 mengusung tema “STEM for Future: Mitigasi Krisis Energi melalui Integrasi Kecerdasan Buatan Berbasis Sumber Daya Alam.” Tema tersebut diangkat untuk mendorong generasi muda menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan krisis energi melalui pemanfaatan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika yang dipadukan dengan kecerdasan buatan.
Selama satu minggu pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan Olimpiade Sains Nasional (OSN), pelatihan STEM dan kecerdasan buatan, lokakarya inovasi, pendampingan proyek, hingga hackathon sebagai ajang pengembangan dan presentasi karya inovatif peserta.
Pemilihan UPI sebagai mitra strategis didasarkan pada pengalaman dan rekam jejaknya dalam bidang pendidikan, riset, serta pengembangan inovasi. Melalui kolaborasi bersama Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI dan Pusat Unggulan STEM Education Creativity UPI (PU STEM-EC), peserta diharapkan memperoleh pendampingan yang komprehensif sehingga mampu menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Program BTI UPI tahun ini dikelola oleh FPMIPA UPI dan Pusat Unggulan STEM Education Creativity (PU STEM-EC) UPI. Dekan FPMIPA UPI, Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si., menegaskan komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan talenta dan inovasi generasi muda.
“Kami bangga FPMIPA dan STEM-EC UPI dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan BTI 2026. Kerja sama ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan potensi peserta. Melalui fasilitas dan pendampingan yang kami berikan, kami berharap peserta mampu mengembangkan gagasan di bidang sains, teknologi, dan kecerdasan buatan menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat”.

Sementara itu, Ketua Pusat Unggulan STEM Education Creativity UPI sekaligus Ketua Pelaksana BTI UPI, Irma Rahma Suwarma, Ph.D., berharap BTI 2026 menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan inovator muda Indonesia.
“Harapan kami, Bina Talenta Indonesia 2026 bukan sekadar ajang menunjukkan kemampuan, tetapi menjadi inkubator bagi lahirnya inovator-inovator muda yang siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama sepekan, BTI 2026 diharapkan mampu menghasilkan berbagai karya inovatif sekaligus membentuk generasi muda yang kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

![]()



