
Bandung, 5 November 2025 – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar workshop pelatihan STEM dan Pre-Coding bagi guru Sekolah Karakter RA SBB Hidayatul Musthafa pada tanggal 29 Oktober dan 5 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta pengenalan koding bagi anak usia dini, yang merupakan langkah awal dalam mempersiapkan dunia pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) untuk menghadapi tantangan era digital.
Pelatihan dibuka dengan pemaparan dari Amaira Utami, M.Pd., selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UPI. Dalam sambutannya, Amaira mengungkapkan rasa terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih telah dipercayakan untuk melaksanakan program ini. Fokus utama dari kegiatan ini adalah edukasi dan pengembangan bahan ajar untuk pembelajaran STEM dan Pre-Coding. Kami juga sedang mendaftarkan buku berjudul ‘40 Ide Kreatif Pembelajaran STEM untuk Anak Usia Dini’ dan ‘Pengenalan Konsep Koding Bagi Anak Usia Dini’ ke Pusat Perbukuan Nasional. Selain itu, kami juga telah mengembangkan lima lab kit STEM yang dapat digunakan oleh para guru di kelas,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Diah Komariah, S.Pd. selaku Kepala Sekolah Karakter RA SBB Hidayatul Musthafa. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah kami sebagai mitra dalam program ini. Kami menyadari pentingnya pembelajaran STEM dan Koding di era digital ini, dan saya yakin kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan para guru di sekolah kami”.
Pada sesi pertama, para peserta dibekali dengan pemaparan mengenai urgensi pendidikan STEM dan pengenalan koding di era digital. “Pengenalan koding dan pembelajaran STEM sangat relevan dengan tuntutan dunia pekerjaan yang kini semakin terhubung dengan teknologi. Anak usia dini perlu dikenalkan dengan logika dasar mengenai bagaimana sistem dapat bekerja,” jelas Amaira. Kegiatan dilanjutkan dengan instalasi software GCompris yang dapat digunakan oleh guru PAUD untuk mengenalkan konsep dasar koding bagi anak usia dini.
Sesi kedua dipandu oleh Riana Nurismawati, M.Pd., yang membahas penggunaan platform seperti Code.org dan Scratch Jr. Guru-guru dilatih untuk menggunakan situs web dan aplikasi ini guna membantu anak-anak memahami konsep dasar koding. Pada sesi ini, guru diberi kesempatan dan difasilitasi untuk mengembangkan game sederhana yang dapat digunakan dalam pembelajaran. “Saya sangat tertarik dengan materi yang diberikan, terutama mengenai GCompris, Code.org, dan Scratch Jr. Saya yakin ini akan bermanfaat dalam perkembangan peserta didik,” ujar Ibu Rinrin Fauziyah, S.Pd., salah seorang guru dari jenjang RA.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pengenalan pembelajaran STEM untuk anak usia dini. Tim PKM UPI memperkenalkan berbagai konsep sains melalui buku dan lab kit STEM yang telah dikembangkan. Pada sesi pertama, Putra Habib Dhitareka, M.Pd. memaparkan materi mengenai bagaimana jantung manusia berfungsi, yang diikuti dengan praktikum membuat miniatur mekanisme kerja jantung. Sesi selanjutnya dipandu oleh Hanna Nurul Husna, M.Pd., yang mengajarkan konsep cahaya dan optik dengan membuat teleskop sederhana.
Pematerian dilanjutkan oleh Riana Nurismawati mengenai pembuatan robot sederhana menggunakan bahan bekas, yang dikenal dengan nama “Bristle-bot.” Robot ini dibuat dari bahan-bahan seperti gelas plastik, tutup botol, dan motor dinamo. Para peserta sangat antusias dalam merakit dan menghias robot tersebut. “Saya selalu berpikir bahwa pembuatan robot itu sulit, tetapi ternyata bisa dibuat dengan mudah menggunakan barang-barang bekas,” ungkap salah seorang guru dengan penuh semangat.

Amaira Utami, M.Pd. juga mengenalkan konsep Hukum Paskal dan Sistem Hidrolik, yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Para guru diajak untuk membuat sistem hidrolik sederhana menggunakan lego, suntikan, air, dan selang. Kegiatan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran, namun para guru sangat bersemangat dalam melaksanakan eksperimen ini. Terakhir, Ai Nurlaelasari, M.Ed. memulai sesi dengan pertanyaan menarik, “Mengapa ada hewan yang bisa berdiri di atas air?” Pertanyaan ini mengarah pada konsep tegangan permukaan air, yang kemudian dipraktikkan melalui percobaan “air menari” yang memperkenalkan konsep sains secara menyenangkan.
“Terima kasih atas antusiasme dan partisipasi Bapak/Ibu dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran di kelas,” ujar Amaira Utami, M.Pd. Sebagai penutupan, tim PKM UPI menyerahkan lab kit STEM kepada Kepala Sekolah RA SBB Hidayatul Musthafa sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Karakter RA SBB Hidayatul Musthafa.


